Sabtu, 31 Mei 2014

Model Standar Profesi Antara Usa dan Eropa


Pengertian sertifikasi
Yang dimaksud dengan sertifikasi disini adalah standarisasi secara professional bagi mereka yang kompeten di bidang pekerjaan masing-masing yang dikelola dan dibina oleh Organisasi Profesi bukan pemerintah. Sertifikasi ini memenuhi persyaratan kualitas professional yang sudah ditetapkan.
 Latar belakang dari sertifikasi adalah
a.       Memenuhi kebutuhan bisnis (legal liability scheme).
b.      Mengantisipasi globalisasi.
c.       Perlu pengakuan formal bagi lulusan perguruan tinggi untuk menjadi tenaga kerja professional.
d.       Bukti kemandirian professional di bidangnya.
Meningkatkan implementasi TI mulai dari operasional bisnis biasa sampai ke jaringan perusahaan yang lebih kompleks menyebabkan kebutuhan tenaga TI tidak hanya dirasakan oleh perusahaan yang bergerak dibidang TI, tetapi juga non TI. Seiring dengan kebutuhan tenaga kerja TI yang diperkirakan akan terus meningkat, berbagai posisi atau jabatan baru di bidang TI juga bermunculan. Jika anda berada di antara ratusan pelamar yang berharap mengisi beberapa lowongan di bidang TI, apa yang bisa membuat anda berbeda dengan pelamar-pelamar lain ? lalu jika anda sudah menjadi salah satu bagian dari tenaga TI dan ingin meniti tenaga karir, apakah yang bisa anda lakukan untuk menegaskan kualitas anda disbanding sekian banyak rekan seprofesi anda? Apa yang dapat menjadi jaminan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin membayar anda untuk solusi TI yang dapat anda berikan ?.
            Salah satu jawabannya adalah dengan mendapatkan pengakuan atau sertifikasi untuk bidang spesialisasi anda. Mungkin akan muncul pertanyaa, apakah pendidikan formal yang sudah anda kantongi belum cukup untuk membuktikan kemampuan anda. Cepatnya perkembangan TI serta semakin kompleksnya teknologi tidak memungkinkan bagi lembaga pendidikan untuk mengadopsi perubahan secara cepat. Keterbatasan kurikulum, dan keinginan untuk independen terhadap produk tertentu menjadi kendala menghadapi perubahan tersebut. Di sisi lain kebutuhan tenaga kerja TI sering membutuhkan kompetensi yang lebih spesifik, seperti pengalaman terhadap penggunaan software tertentu yang di implementasikan dalam perusahaan tersebut. Hal ini mendorong turun tangannya para vendor untuk ikut terjun dalam program pendidikan yang pada akhirnya melahirkan standar kompetensi atau sertifikasi.
            Adanya standar kompetensi dibutuhkan untuk memudahkan bagi perusahaan atau institusi untuk menilai kemampuan (skill) calon pegawainya. Adanya inisiatif untuk membuat standar dan sertifikasi sangat dibutuhkan. Namun masih terdapat permasalahannya seperti beragamnya standar dan sertifikasi. Sebagai contoh, ada standar dari Australia National Training Authority. Standar dan sertifikasi dapat dilakukan oleh badan yang resmi dari pemerintahan atau dapat juga mengikuti standar sertifikasi di industry, yang sering juga disebut vendor certification. Untuk contoh yang terakhir (vendor certification), standar industry seperti sertifikat dari Microsoft atau cisco merupakan standar sertifikasi yang diakui di seluruh dunia. Padahal standar ini dikeluarkan oleh perusahaan, buka badan sertifikasi pemerintah. Memang pada intinya industry lah yang mengetahui standar yang dibutuhkan dalam kegiatan sehari-harinya.
Keuntungan sertifikasi
Ada banyak keuntungan yang dapat menjadi tambahan alasan untuk mempertimbangkan mengambil sertfikasi TI. Salah satu yang utama tentu saja membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan. Sertifikasi TI dapat meningkatkan kredibilitas seorang professional TI di mata pemberi kerja. Bagi mereka  yang sudah bekerja di bidang TI, sertifikasi memberi cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. Dengan memiliki sebuah sertifikat TI yang diakui secara global, seorang professional TI akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimilikinya. Ini karena melalui proses sertifikasi keterampilan yang dimiliki sudah mengalami validasi oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pemberi sertifikasi.
Selain itu pengalaman mengikuti sertifikasi akan memberikan wawasan-wawasan baru yang mungkin tidak pernah ditemui pada saat mengikuti pendidikan formal atau dalam pekerjaan sehari-hari. Selain mampu memberikan jalan lebih mudah untuk menemukan pekerjaan di bidang TI, sertifikasi juga dapat membantu anda meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang suda bekerja. Bahkan sertifikasi yang sudah diakui secara global ini mampu meningkatkan kompetensi anda dengan tenaga-tenaga TI dari manca Negara. Karena itu jangan heran jika sertifikasi yang telah anda kantongi bisa lebih dihargai dibandingkan ijazah formal anda.
Sertifikasi adalah independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan professional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk :
a.       Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi.
b.      Membentuk standar kerja TI yang tinggi.
c.       Pengembangan professional yang berkesinambung.
Sedangkan bagi tenaga TI professional tersebut :
a.       Sertifikasi ini merupakan pengakuan akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji)
b.      Perencanaan karir.
c.       Professional development.
d.      Meningkatkan international marketability. Ini sangat penting dalam kasus, ketika tenaga TI tersebut harus bekerja pada perusahaan multinasional. Perusahaan akan mengakui keahliannya apabila telah dapat menunjukkan sertifikat tersebut.
Bagi masyarakat luas sertifikasi ini memberikan kontribusi positif :
a.       Memiliki staf yang up to date dan  berkualitas tinggi.
b.      Memperoleh citra perusahaan yang baik, keuntungan yang kompetitif, merupakan alat ukur yang obyektif terhadap kemampuan staff, kontraktor dan konsultan.
c.       Secar langsung dan tidak langsung akan meningkatkan produktifitas secara mikro maupun makro.
d.      Menaikkan pengakuan industry dan secara internasional.
e.       Bagi siswa memberikan alur profesi yang jelas. Siswa yang ingin segera mempelahari ICT dan profesi akan tahu dari mana memulainya.
f.       Memberikan suatu mekanisme pusat pelatihan. Suatu program sertifikasi memberikan alur pelatihan yang jelas.
g.      Membantu prosess pencarian tenaga IT professional. Suatu kandidat yang dievaluasi untuk suatu jabatan, dengan memiliki suatu sertifikat berarti telah memiliki skill dan pengetahuan tingkat tertentu. Hal itu juga menunjukkan persistensi kandidat dan kemampuan menyelesikan suatu proyek (dalam hal ini sertifikasi). Kedua hal ini membantu masyarakat mencari tenga TI.
h.      Mendorong pegawai melakukan proses belajar lebih lanjut.
Beberapa Negara telah mengembangkan dan mempromosikan system sertifikasi yang khas bagi Negara tersebut. Beberapa Negara menerapkan dan membayar lisensi kepada system sertifikasi yang ada. Beberapa Negara menggunakan tenaga ahli untuk melakukan ujian.
South East Asia Regional Computer Confideration (SEARCC) merupakan suatu forum atau badan yang beranggotakan himpunan professional IT yang terdiri dari 13 negara. SEARCC dibentuk pada February 1978, di Singapore oleh 6 ikatan komputer dari Negara-negara : Hongkong, Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapore, dan Thailand. Awalnya, SEARCC mengadakan konferensi setahun dua kali di tiap Negara anggotanya secara bergiliran. Namun, karena ke anggotaannya semakin bertambah, maka konferensi dilakukan sekali tiap tahunnya. Negara yang sudah menjadi naggota SEARCC adalah Sri Lanka, Australia, Hong kong, India, Indonesia, Malaysia, New Zealand, Pakistan, Philipina, Singapore, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Kanada.
Salah satu kegiatan dari SEARCC adalah SRIG-PS (Special Regional Interset Group on Profesional Standardisation). SRIG-PS dibentuk karena adanya kebutuhan untuk menciptakan dan menjaga standar professional yang tinggi dalam dunia teknologi informasi, khususnya ketika sumber daya di region ini memiliki kontribusi yang penting bagi kebutuhan pengembangan TI secara global.
Semakin luasnya penerapan teknologi informasi di berbagai bidang, telah membuka peluang yang besar  bagi para tenaga professional TI untuk bekerja di perusahaan, instansi pemerintah atau dunia pendidikan di era globalisasi ini.
Secara global, baik di Negara maju maupun Negara berkembang, telah terjadi kekurangan tenaga professional TI. Menurut hasil studi yang diluncurkan pada april 2001 oleh ITAA (Information Technology Associoation of Amerika) dan European Information Technology Observatory, di Amerika pada tahun 2001 terbuka kesempatan 900.000 pekerjaan di budang TI.  
Model dan Standar Profesi di USA dan Kanada
Dunia Teknologi Informasi (TI) merupakan suatu industry yang berkembang dengan begitu pesatnya pada tahun-tahun terakhir ini. Ini akan terus berlangsung untuk tahun-tahun mendatang. Perkembangan industry dalam bidang TI ini membutuhkan formalisasi yang lebih baik dan tepat mengenai pekerjaan, profesi berkaitan dengan keahlian dan fungsi dari tiap jabatan. Soult East Asia Regional Computer Confideration (SEARCC) merupakan suatu forum atau badan yang beranggotakan himpunan professional IT (Information Technology) yang terdiri dari 13 negara.  SEARCC dibentuk pada February 1979, di Singapore oleh 6 ikatan komputer dari Negara-negara : hongkong, Indonesia, Malaysia, philipine, Singapore, dan Thailand. SEARCC mengadakan konferensi  setahun dua kali di tiap Negara anggotanya secara bergiliran. Keanggotaan SEARCC bertambah, sehingga konferensi dilakukan sekali tiap tahunnya. Konferensi yang ke-15 ini, yang bernama SEARCC ’96 kali ini diselenggarakan oleh Computer Society of Thailand di Thailand dari tanggal 3 – 8 juli 1996.
Sri lanka telah menjadi anggota SEARCC sejak tahun 1986, anggota lainnya adalah Australia, Hongkong, India, Indonesia, Malaysia, New Zealand, Pakistan, Philipina, Singapore, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Kanada. Indonesia sebagai anggota South East Asia Regional Computer Confideration (SEARCC) turut serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh SEARCC. Salah satunya adalah SRIG-PS (Special Regional Interest Group on Profesional Standardisation), yang mencoba merumuskan standarisasi pekerjaan di dalam dunia Teknologi Informasi. Untuk keperluan tersebut.
Model dan Standar Profesi di Eropa (Inggris, Jerman, perancis)
Standar praktek dikembangkan oleh COTEC adalah kode sukarela yang dirancang untuk membantuk Asosiasi Nasional untuk membangun dan mengembangkan kode nasional sesuai dengan standar Eropa praktek untuk terapis okupasi. Hal ini dimaksudkan untuk penerapan umum namun dapat dimodifikasi untuk daerah spesialis misalnya pediatric praktek, kepedulian masyarakat, dll psikiatri jika ada kelompok seperti ingin melakukan ini, setiap dealth masalah dengan dalam standar praktek, harus diberikan dan bijaksana pertimbangan informasi karena mereka telah disertakan untuk relevansi mereka untuk satu atau kegiatan lain dari praktek professional kami. Sangat penting bahwa isu-isu yang termasuk dalam standar praktek harus saat ini dan relevan dengan anggota profesi yang menggunakan atau untuk yang menggunakan dimaksudkan. Standar COTEC praktek adalah pernyataan kebijakan yang membantu untuk mengatur dan menjaga standar praktek professional yang baik. Dalam kasus dimana keputusan harus dibuat mengenai perilaku tidak professional dari seorang ahli terapi kerja, kode dapat digunakan sebagai panduan untuk standar perilaku professional yang tepat. Wakil untuk COTEC diminta untuk memastikan bahwa, ketika kode sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa lainnya, hal itu dilakukan sehingga oleh penutur asli. Hal ini dianjurkan Karena memiliki frase dan istilah yang kadang-kandang sulit terjemahkan.
Ada 2 bagian utama dalam dokumen ini :
a.       Kode Etik Federasi Dunia Kerja Therapist.
b.      Standar Praktek dirancang oleh COTEC pada tahun 1991 dan sekarang diperbaharui pada tahun 1996.

1.      Pribadi Atribut
Pekerjaan terapis memiliki integritas pribadi, kehandalan, pikiran yang terbuka dan loyalitas berkaitan dengan konsumen dan bidang professional keseluruhan. Tanggungn jawab terhadap peneriman Occupational Layanan Terapi.  Pekerjaan terapis pendekatan semua konsumen dengan hormat dan dengan memperhatikan untuk situasi masing-masing. Pekerjaan terapis akan tidak diskriminasi terhadap konsumen berdasarkan ras, warna kulit, cacat, asal-usul kebangsaan, umur, jenis kelamin, preferensi seksual, agama, keyakinan politik atau status dalam masyarakat. Pribadi preferensi konsumen dan kemampuan untuk berpartisipasi akan diperhitungkan dalam perencanaan penyediaan layanan.kerahasiaan informasi pribadi konsumen dijamin dan setiap rincian pribadi disampaikan hanya dengan persetujuan mereka.
2.      Perilaku dalam tim terapi pekerjaan dan dalam tim multi disiplin
Pekerjaan terapis bekerja sama dengan menerima tanggung jawab dalam satu tim dengan mendukung tujuan medis dan psikososial yang telah ditetapkan. Terapis kerja menyediakan laporan tentang kemajuan intervensi mereka dan memberikan anggota lain dari tim dengan informasi yang relevan. Mengembangkan pengetahuan professional pekerjaan terapis berpartisipasi dalam pengembangan professional melalui belajar sepanjang hidup dan selanjutnya menerapkan diperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam kerja professional mereka.
3.      Promosi profesi
Pekerjaan terapis berkomitment untuk perbaikan dan pengembangan profesi pada umumnya. Mereka juga prihatin dengan mempromosikan terapi okupasi yang lain masyarakat organisasi professional, dan mengatur badan-badan di nasional dan internasional tingkat regional. World Federation of Occupational Therapist : Komite Praktek Profesioanl ; Maret 1990.
4.      Standar praktek konsumen
Untuk tujuan standar COTEC praktek konsumen istilah digunakan untuk menjelaskan pasien, klien atau wali. Hal ini juga termasuk mereka yang terapis kerja bertanggung jawab.
Model dan standar profesi di USA dan Kanada
Kode Etik Profesional
Pejabatan keuangan pemerintah asosiasi dari Amerika Serikat dan Kanada adalah organisasi professional pejabat public bersatu untuk meningkatkan dan mempromosikan manajemen professional sumber daya keuangan pemerintah dengan mengidentifikasi, mengembangkan dan memajukan strategi fiscal, kebijakan, dan praktek untuk kepentingan public. Untuk lebih tujuan tersebut, aparat pemerintah membiayai semua diperintahkan untuk mematuhi standar hukum , moral, dan professional perilaku dalam pemenuhan tanggung jawab professional mereka. Standar perilaku sebagaimana diatur dalam kode ini diwujudkan dalam rangka meningkatkan kinerja semua orang yang terlibat dalam keuangan public.
1.      Pribadi standar
Petugas  pembiayaan pemerintah harus menunjukkan dan didekasikan untuk cita-cita tertinggi kehormatan dan integritas dalam semua hubungan masyarakat dan pribadi untuk mendapat rasa hormat, kepercayaan, dan keyakinan yang mengatur pejabat, pejabat public lainnya, karyawan, dan masyarakat. Mereka harus mematuhi praktek professional disetujui dan standar yang dianjurkan.
2.      Tanggung jawab sebagai pejabat public
Petugas pembiayaan pemerintah harus mengakui dan bertanggung jawab atas tanggung jawab mereka sebagai pejabat di sector public. Mereka harus menjunjung tinggi baik surat dan semangat undang-undang, konstitusi, dan peraturan yang mengatur tindakan mereka dan melaporkan pelanggaran hukum kepada pihak yang berwenang.
3.      Pengembangan professional
Petugas pembiayaan pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga kompetensi mereka sendiri, untuk meningkatkan kompetensi kolega mereka, dan untuk memberikan dorongan untuk mereka yang ingin memasuki bidang keuangan pemerintah. Petugas keuangan harus meningkatkan keunggulan dalam pelayanan public.
4.      Integritas professional – informasi
Petugas pembiayaan pemerintah harus menunjukkan integritas professional dalam penerbitan dan pengelolaan informasi. Mereka harus sensitive dan responsive terhadap pertanyaan dari masyarakat dan media, dalam rangkan kebijakan pemerintah Negara bagian atau local.
5.      Integritas professional – hubungan
Petugas pembiayaan pemerintah harus bertindak dengan kehormatan, integritas, dan kebajikan dalam semua hubungan professional. Mereka akan mempromosikan kesempatan kerja yang sama, dengan berbuat demikian, menentang deskriminasi, pelecehan, atau praktik yang tidak adil lainnya.
6.      Konflik kepentingan
Petugas pembiayaan pemerintah harus secara aktif menghindari munculnya atau kenyataan benturan kepentingan. Mereka tidak akan menggunakan milik umum atau sumber daya untuk keuntungan pribadi atau politik.
Sumber :


Deskripsi Tugas-Tugas untuk Berbagai Profesi Di Bidang TI, dan Jenis-Jenis Profesi IT Di Indonesia & Perbandingan Dengan Negara Lain

Profesi di bidang TI
1.      System Analys
Merupakan orang yang bertugas menganalisa system  yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, tentang  kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.
2.      Programmer
Merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analys yaitu membuat program (baik aplikasi maupun system operasi) sesuai system yang dianalisa sebelumnya.
3.      IT Administrator
Merupakan orang  yang menyediakan implementasi dan administrasi yang meliputi local area network (LAN), wide area network (WAN) dan koneksi dial up, firewall, proxy, serta pendukung teknisnya.
4.      Web Desainer
Web desainer adalah orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
5.      Data Administrator
Merupakan orang yang bertanggung jawab untuk administrasi dan pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian system database.
6.      Networking Enginer
Adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada trobleshootingnya.
7.      System Enginer
Adalah orang yang menyediakan rancangan system dan konsultasi terhadap pelanggan. Selain itu memberikan respon terhadap permintaan technical queries serta dukungannya. Termasuk juga melakukan pelatihan ke pelanggan dan IT administrator.
8.      Technical Enginer
Technical enginer, sering juga disebut sebagai teknisi yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat system komputer.

9.      EDP Operator
Adalah orang yang bertugas untuk mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan elektronik data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
10.  System Administrator
Merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap system, melakukan pemeliharaan system, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap system, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah system.
Standar profesi ACM dan IEEE
ACM
ACM (Association for Computing Machinery) atau asosiasi untuk permesinan komputer adalah sebuah serikat ilmiah dan pendidikan computer pertama didunia yang didirikan pada tahun 1947 SIG dan ACM, mensponsori konferensi yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi baru dalam bidang tertentu. Tidak hanya mensponsori konferensi, ACM juga pernah mensponsori pertandingan catur antara Garry Kasparov dan computer IBM DeepBlue.
ACM telah menciptakan sebuah perpustakaan digital dimana ia telah membuat seluruh publikasi yang tersedia. ACM perpustakaan digital merupakan koleksi terbesar didunia informasi mengenai mesin komputasi dan berisi arsip jurnal, majalah, prosiding konferensi online, danisu-isu terkini ACM publikasi. Layanan online termasuk forum yang disebut Ubiquity dan TechNews mencerna, baik yang berisi informasi terbaru tentang dunia IT.
Pesaing utaman ACM adalah IEEE Computer Society. Perbedaan antara ACM dan IEEE adalah, ACM berfokus pada ilmu komputer teoritis dan aplikasi pengguna akhir, sementara IEEE lebih memfokuskan pada masalah-masalah hardware dan standarisasi. Cara lain untuk menyatakan perbedaan itu ACM adalah ilmuwan komputer dan IEEE adalah untuk insinyur listrik, meskipun subkelompok terbesar adalah IEEE Computer Society. ACM memiliki 4 “Boards” yaitu :
1.      Publikasi
2.      SID Giverning Board,
3.      Pendidikan, dan
4.      Badan Layanan Keanggotaan
IEEE
IEEE (Institute of Electrical and Electronik Engineers) adalah sebuah organisasi profesi nirlaba yang terdiri dari banyak ahli dibidang teknik yang mempromosikan pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi-teknologi baru dalam semua aspek dalam industry dan rekayasa (engineering), yang mencakup telekomunikasi, jaringan komputer, kelistrikan, antariksa, dan elektronika.
Tujuan inti IEEE adalah mendorong inovasi teknologi dan kesempurnaan untuk kepentingan kemanusiaan. Visi IEEE adalah akan menjadi penting untuk masyarakat teknis global dan professional teknis dimana-mana dan dikenal secara universal untuk kontribusi teknologi dan teknis yang professional dalam meningkatkan kondisi perkembangan global. Standar dalam IEEE adalah mengatur fungsi, kemampuan dan interoperabilitas dari berbagai macam produk dan layanan yang mengubah cara orang  hidup, bekerja dan berkomunikasi.
Proses pembangunan IEEE  standar dapat dipecah melalui  7 langkah dasar yaitu :
1.      Mengamankan Sponsor,
2.      Meminta Otorisasi Proyek,
3.      Perakitan Kelompok Kerja,
4.      Penyusunan Standard,
5.      Pemungutan Suara,
6.      Review Komite,
7.      Final Vote,
Pada tahun 1980 bulan 2, IEEE membuat sebuah bagian yang mengurus standarisasi LAN (Local Area Network) dan MAN (Metropolitan Area Network). Bagian ini kemudian dinamakan sebagai 802. Angka 80 menunjukkan tahun dan angka 2 menunjukkan bulan dibentuknya kelompok kerja ini. Ada beberapa unit kerja dengan bidang yang mereka tangani diantaranya :
IEEE Indonesia Section berada pada IEEE Region 10 (Asia-Pasifik). Ketua IEEE Indonesia Section tahun 2009-2010 adalah Arnold Ph Djiwatampu. Saat ini IEEE Indonesia Section memiliki beberapa chapter, yaitu :
Chapter Masyarakat Komunikasi (Communication Society Chapter).
Chapter Masyarakat Sistim dan Sirkuit (Circuit and Systems Society Chapter).
Chapter Tekonologi  Bidang Kesehatan dan Biologi (Engineering in Medicine and Biology Chapter).
Chapter Gabungan untuk Masyarakay Pendidikan, Masyarakat  Peralatan Elektron, Masyarakat Elektronik Listrik, dan Masyarakat Pemroses Sinyal (Join Chapter of Education Society, Electron Devices Society, Power Electronics Society, Signal Processing Society).
Chapter Gabungan MTT/AP-S (Joint chapter MTT.AP-S)
Perbandingan ACM dan IEEE Computer Society
1.      ACM
Berfokus pada ilmu komputer teoritis dan aplikasi pengguna akhir.
ACM adalah ilmuwan komputer.
2.      IEEE
Lebih memfokuskan pada masalah-masalah hardware dan standarisasi.
IEEE adalah untuk insinyur listrik.
Meskipun subkelompok terbesar adalah IEEE Computer Society, tentu saja ada tumpang tindih yang signifikan antara kedua organisasi, dan mereka kadang-kadang bekerja sama dalam proyek-proyek seperti pengembangan kurikulum computer.
Standar profesi di Indonesia dan Regional
Berdasarkan perkembangan  Teknologi Informasi secara umum, serta  kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan dalam baba ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIS-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerintah melalui Departemen terkait.
Langkah-langkah yang diusulkan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
a.       Penyusunan kode etik professional Teknologi Informasi.
b.      Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia.
c.       Penerapan mekanisme sertifikasi untuk professional TI.
d.      Penerapan system akreditasi untuk pusat pelatihan dalam upaya pengembangan profesi.
e.       Penerapan  mekanisme re-sertifikasi.
Promosi Standar Profesi Teknologi Informasi
Beberapa rencana kegiatan SRIG-PS pada masa mendatang dalam upaya memasyarakatka model standarisasi profesi dalam dunia IT adalah :
1.      Distribusi dari manual SRIG-PS di SEARCC”96 di Bangkok. Pada bulan Juli 1996
2.      Promosi secara ekstensif oleh para anggota dari 1996-1997.
3.      Presentasi tiap Negara yang telah benar-benar mengimplementasikan standard yang berdasarkan model SRIG-PS, pada SEARCC’97 di New Delhi. Ini merupakan penutupan phase 2 dari SRIG-PS.
Rencana strategis dan operasional untuk mempromosikan implementasi dari rekomendasi SRIG-PS di Negara-negara anggota SEARCC
Promosi ini memiliki berbagai sasaran, pada tiap sasaran tujuan yang ingin dicapai adalah berbeda-beda.
1.      Pemerintah, untuk member saran kepada pemerintah, dan pembuat kebijaksanaan dalam bidang TI dalam usaha pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang TI.
2.      Pemberi kerja, untuk membangkitkan kesadaran di antara para pemberi kerja tentang nilai-nilai dari standard professional dalam meningkatkan kualitas professional TI.
3.      Professional TI, untuk mendorong agar professional TI, dari Negara anggota melihat nilai-nilai standar dalam profesi dari karir mereka.
4.      Insitusi dan penyusunan kebijaksanaan pendidikan, untuk memberi saran pada pembentukan kurikulum agar dapat memenuhi kebutuhan dan standard professional di regional ini dalam Teknologi Informasi.
5.      Masyarakat umum, untuk menyadarkan umum bahwa standard professional regional adalah penting dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.
Untuk mempromosikan model standarisasi dalam dunia IT ini, SEARCC memiliki berbagai perencanaan kampanye antara lain :
1.      Publikasi dari standard professional regional diterbitkan di seluruh Negara anggota.
2.      Presentasi secara formal di tiap Negara anggota.
3.      Membantu implementasi standard di Negara-negara anggota.
4.      Memonitor pelaksanaan standard melalui Himpunan/ikatan nasional.
5.      Melakukan evaluasi dan pengujian.
6.      Melakukan perbaikan secara terus menerus.
7.      Penggunaan INTERNET untuk menyebarkan informasi mengenai standar ini.
Untuk mengimplementasikan promosi di phase 2, SRIG-PS memperoleh dana bantuan yang akan digunakan untuk :
1.      Biaya publikasi : desain, percetakan dan distribusi.
2.      Presentasi formal di Negara anggota.
3.      Membantu implementasi standar di Negara anggota.
4.      Pertemuan untuk mengkonsolidasi, memonitor, dan bertukar pengalaman.
Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia
Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipasi workshop tersebut adalah orang-orang dari industry, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standar untuk  Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk professional dalam teknologi informasi.
Persetujuan dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada pemerintah melalui menteri tenaga kerja. Selain itu standar tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada menteri pendidikan dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum pendidikan teknologi informasi di Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.
Untuk melengkapi standardrisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan kode etik untuk profesi teknologi informasi. Kode etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada kode etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Selanjutnya, mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mempertimbangkan standard kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari Negara lain harus dipertimbangkan. Dengan demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari Negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.

Sumber :
Hari Soetanto, Information Technology,  Jakarta, Desember 2006
Bagio Budiardjo, Komputer dan Masyarakat, Elex Media Komputindo, 1992